Thursday, June 30, 2011

yoohaaa..

Sedih kalo kenyataan ga sesuai harapan kita, merelakan itu terjadi karena ketidakberdayakaan kita. Oke lah, sukses brother ! i will always support you. Thanks for your understanding. :)

Thanks God, i know that is Your plan, Your way, not my way.. :)

Thursday, June 9, 2011

09/06/11

Alasan mengapa banyak orang tetap bermasalah, tetap mencari, tetap kurang mengalami kemajuan adalah karena mereka belum sampai pada akhir dari diri mereka sendiri. Kita tetap berupaya memberi perintah-perintah dan mencampuri pekerjaan Tuhan didalam diri kita. Kita takut dan kurang percaya sepenuhnya pada Tuhan.
Tetapi semakin kita membiarkan Allah menguasai kita, semakin kita menjadi benar-benar diri kita, karena Dia yang menjadikan kita. Dia menciptakan segala perbedaan antara saya dan Anda. So, berserah diri berarti taat dan percaya kepadaNya.

(Mazmur 37:5)

^^

Wednesday, June 8, 2011

Ketaatan,.

Allah tersenyum ketika kita menaati Dia dengan sepenuh hati. Ketaatan yang ditunda sebetulnya merupakan ketidaktaatan. Seringkali kita melakukan apapun dengan kekuatan kita sendiri, tanpa melibatkan Tuhan didalamnya. Tuhan tidak ingin kita memandang Allah hanya sebagai "mesin curhat" / "mesin peminta pertolongan" yang kita butuhkan disaat kita perlu. Tuhan menginginkan sebuah hubungan. Dia ingin kita memandangNya sebagai Bapa, Sahabat, bahkan Tuhan atas hidup kita. Mempercayai Allah sepenuhnya berarti memiliki iman bahwa Dia tahu apa yang terbaik bagi kehidupan kita.

(Yeremia 17:5-8)
God Bless..

Monday, May 30, 2011

Tertatih..

Tertatih..
Semua tak seindah dahulu
Tersisa dalam kalbu
Awan hitam menghampiri

Rapuh..
Tulang tak menjadi kuat
Berusaha bertahan
Namun semua berantakan

Dimanakah secercah cahaya itu ?
Apakah hilang begitu cepat ?
Merangkak tak menentu
Sendiri dalam siang

Malam begitu pekat
Secepat itu kah ?
Kemana angin kan beranjak ?
Langkah tak pasti

Ombak..

Ombak..
Kini tak sedasyat dahulu
Semua berlalu, tak ada yang menghampiri
Tak ada yang menikmatinya lagi

Kekuatannya tinggallah sisa
Berusaha untuk bangkit dan menghantam tepi pantai
Sendiri dan sendiri dia berusaha
Mencoba melewatinya, namun gagal

Apadaya..
Ombak membutuhkan kehangatan sinar Mentari itu
Sinar yang memberikannya kekuatan lagi
Tak dapat dipisahkan

Hanya satu pinta ombak, Sang Mentari !

Sang Mentari

Saat Sang Mentari sedang ditutupi awan mendung
Sinar tak lagi menyinari, begitu masuk dalam kalbu
Sang ombak tak menghiraukannya
Malah menikmati derauan air ditepi pantai
Melupakan semua hal yang dilakukan Sang Mentari
Ombak tak seperti saat masih biru
Kini dia semakin tak menentu
Apa yang harus diperbuatnya ?
Apa sendu ini terus menghantuinya ?
Apakah ombak akan menghantam pesisir pantai lagi ?
Akankah sinar Mentari itu dapat dinikmatinya lagi ?