Wednesday, December 15, 2010

Dear God...

Dear God,

it's been 11 months ago, i was here in my cell. I really want to say Thank to You, Daddy ! it's all because of Your Grace, i can back to You, back to my calling. Oh Dad, You are really so marvelous ! everyday and everytime, i want to know more about You. You teach me how to live, for who i live ? oh, How do i live without You, Dad !


11 months weren't easy for me. (LH2010, PR3, Kuliling Bandung, PR5, CN2010)Many of my bad characters and my bad attitudes has been thrown away by You, but im very thankful to You because of that i become a new man, yaah..new man of God..This is the new Rico.


also thanks to Yandi (my spritual daddy), Teddy, Nike, Otniel, Gabby. You guys always teach me how to love God more and more. i'm very HAPPY to be part of you all. We grow, We laugh, We cry together. I never get it before.. =)


Dad, always burn and wrought me 'til i become like a gold. Gold of Yours..i'm so in love with You..ohh.. =D

♥ 28/02/10 - 15/12/10 ♥



oh yah, now im amazed with one girl. One girl who i think she's a great one, faith in God, ambitious, powerfull.HAHA..im writing this note because inspired by her. Hihihi..


Your Child,

♥ricokaka22♥

Saturday, December 4, 2010

Charity Night 2010

Wow..thanks bgt Tuhan Yesus buat acara CN2010 ini..akhirnya acara ini selesai juga..Banyak bgt yg gw dapatin selama proses acara ini..Marah, kesal, senang, capek, sedih, ahh..banyak hal lah..
tapi lebih dari itu, Tuhan mengajarkan bahwa setiap proses itu selalu tidak mengenakkan dan menyakitkan, tapi percayalah kalo setiap proses yang kita lewati itu akan membentuk kita lebih kuat lagi..Wow !! bener bgt !! 1 minggu belakangan ini sangat berat untuk gw lewati.

Mulai dari ngurusin acara CN2010 yg byk msh hrs dikejar deadlinenya, komsel, tugas, kuliah, dance, anak2 rohani..Edan rasanya badan jasmani ini pengen nolak semua itu ! HAHAHA...
Tapi dan tapi lagi, semua yg gw rasakan itu lebih dari semua rasa itu dan itu..yaaa !! aku belajar untuk selalu BERGANTUNG PADA TUHAN !! KETAKUTAN yang kita rasakan selama itu sebenarnya hanyalah KETIDAKPERCAYAAN dan KETIDAK-BERGANTUNGAN kita pada TUHAN YESUS !! padahal sebenarnya ketakutan itu tidak benar-benar terjadi dalam hidup kita..Wow...

This is the new season for me..Musim 2010 akan segera berakhir (Bener2 tahun yang empowerment bgt ! thanks JC), sekarang Musim 2011 itu akan tiba, yaaa..SEGERA TIBA ! dan PASTI AKAN TIBA !! Ameenn..

Love U, JC !! =)

Monday, November 29, 2010

Less is more, Little is Much, Small is Beautiful

Ayat bacaan: Zakharia 4:10
"Who despises the day of small things?"

Dalam gambaran dasar pelajaran web desain yang saya ajarkan di kampus, saya selalu menekankan prinsip "less is more", "little is much" dan "small is beautiful". Tiga prinsip dalam merancang sebuah situs ini adalah sesuai dengan perkembangan jaman, dimana orang lebih menuntut sebuah situs yang cepat di akses ketimbang situs yang memiliki terlalu banyak fitur sehingga memberatkan tubuh situs tersebut dan memperlambat loading time nya. Berbeda dengan 4 tahun lalu, dimana rancangan situs yang dinilai bagus adalah situs yang memakai banyak flash dan memerlukan pemahaman tinggi dalam mengoperasikan berbagai software pendukung, dalam perkembangan situs saat ini, kesederhanaan lah yang harus jadi penekanan. Tapi hal tersebut bukan berarti mendesain situs menjadi lebih mudah saat ini dibanding dulu, karena saat ini desainer dituntut untuk mematangkan konsep mereka, sehingga lewat sebuah kesederhanaan pesan-pesan yang ingin disampaikan dapat diterima secara visual oleh orang yang mengakses situs. Itulah yang saya maksud dengan "less is more", "little is much" dan "small is beautiful".

Di dunia ini ada kecenderungan sebaliknya. "Bigger is better", "the more the merrier". Dalam pelayanan seringkali kita kurang bersemangat apabila yang dilayani sedikit jumlahnya. Dunia cenderung mementingkan kuantitas dan bukan kualitas. Ada yang bersemangat melayani ketika jemaat penuh, namun kehilangan gairah melihat bangku kosong. Padahal Tuhan tidak mengajarkan demikian. Kita tidak boleh memandang hina hal-hal kecil, karena seringkali berkat Tuhan pun dimulai dari sesuatu yang biasa. Bahkan kelemahan sekalipun bisa dipakai Tuhan untuk menjadi ladang subur untuk menabur berkatNya.

Kita lihat dalam perumpamaan Talenta. Kepada hamba dengan lima talenta dan dua talenta, Tuhan memberikan jawaban yang sama. "Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu." (Matius 25:21,23). Baik talenta besar maupun kecil keduanya bisa menghasilkan buah. Dan Allah menghargai sama terhadap laba dua talenta dan lima talenta. Artinya disini, Tuhan tidak melihat kuantitas, melainkan kualitas. Dua talenta sekalipun akan sangat dihargai apabila kita melakukannya dengan sepenuh hati. Anda merasa gagal dalam pelayanan jika yang dilayani sedikit atau lambat berbuah? Jangan. Ingat bahwa Tuhan tidak melihat apa yang di depan mata, tapi melihat hati. (1 Samuel 16:7).

Kita lihat bagaimana Yesus melakukan pelayananNya di dunia. Yesus sungguh peduli baik pada jumlah massa yang banyak maupun pada orang per-orang yang datang kepadaNya. Yesus pernah melakukan kotbah di atas bukit dihadapan orang banyak (Matius 5-7). Tapi tidak pernah menutup mata dari pribadi-pribadi yang menjumpaiNya. Bahkan ketika muridNya berkurang, seperti yang kita baca dalam Yohanes 6:66, "Mulai dari waktu itu banyak murid-murid- Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia", hal tersebut tidak mengganggu Yesus dalam menggenapi rencana Allah.

Jika saat ini anda mengalami masa surut dalam pelayanan, tetaplah bersyukur dan tetaplah melayani semaksimal mungkin. Size is nothing; substance is everything. Baik ketika anda melayani Gereja kecil, sekolah minggu, atau melayani hanya satu orang saat ini, layanilah dengan segenap hati. Jika kita setia dalam perkara kecil, Tuhan akan memberikan tanggung jawab dalam perkara yang lebih besar pada waktunya. Tetaplah beri yang terbaik dari diri anda dalam hal-hal kecil, karena bukan kuantitas yang penting, melainkan substansi dan kualitas yang murni berasal dari hati.

Small is much when God's in it

Pohon yang tumbang oleh makian..

Di kepulauan Salomon yang berada di daerah Pasifik, ada cara unik yang dilakukan oleh penduduk setempat jika tidak bisa memotong sebuah pohon dengan kapak. Jika pohon terlalu besar untuk dipotong dengan kapak, para penduduk setempat akan memaki-maki pohon tersebut.

Seseorang yang memiliki kekuatan khusus akan memaki pohon itu dari pagi hingga senja, selama tiga puluh hari. Maka akhirnya pohon itu akan mati dan roboh dengan sendirinya. Menurut para penduduk, hal ini selalu berhasil. Secara teori mereka membunuh roh pohon tersebut.

Dari cerita di atas kita melihat bagaimana efek perkataan pada sebuah pohon? Jika pohon saja bisa mati karena dikutuki, demikian juga manusia. Banyak orang berteriak dan memaki pasangan hidupnya atau anaknya. Tidak sedikit orang yang kehilangan kesabaran ketika dijalan dan memaki pengendara lain.

Tapi semua itu adalah pilihan, seperti firman Tuhan katakan bahwa dari mulut kita bisa keluar berkat dan kutuk. Untuk itu pilihlah mengatakan berkat, karena perkataan Anda berkuasa. Jangan sampai kita membunuh roh orang-orang yang kita kasihi, atau malah orang yang tidak kita kenal dengan perkataan-perkataan yang buruk.

Mari kita ucapkan kata-kata yang membangun, yang menghidupkan dan memberkati orang lain, karena ketika kita menabur berkat, kitapun akan menuai berkat.

Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.

Efesus 4:29

Belajar Pada Burung Murai..

Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di surga (Matius 6:26)

Burung-burung yang beterbangan secara liar memang tidak menabur dan menuai. Namun, pemeliharaan Tuhan terus mereka alami, sebab mereka bekerja keras sepanjang hari. Sebuah penelitian terhadap aktivitas kehidupan burung menemukan fakta bahwa burung murai, sebagai contoh, setiap hari bangun dini hari pukul 2.30 dan mencari makan hingga larut pukul 21.30. Jadi, setiap hari mereka bekerja selama 19 jam. Tak cuma itu. Burung murai bolak-balik ke sarangnya hingga sekitar 200 kali sehari, demi memberi makan anak-anaknya.

Berapa lama kita bekerja dalam sehari? Apa yang kita tabur, itulah yang kita tuai. Kita tidak dapat berpangku tangan dan berdoa meminta Tuhan menurunkan berkat-Nya dari langit secara ajaib. Ada bagian yang harus kita kerjakan dan Tuhan akan mengerjakan bagian-Nya. Semangat dan keuletan burung murai justru menjadi teladan indah bagi kita. Diam berpangku tangan dan tidak melakukan apa-apa hanya mendatangkan kesia-siaan. Namun, ketika kita berusaha, maka berkat Allah akan mengikuti kita.

Yang penting adalah, sekeras apa pun kita berusaha memenuhi kebutuhan, kita mesti selalu mendahulukan Kerajaan Allah dan kebenarannya (ayat 33); mendahulukan nilai-nilai kekudusan dan kebenaran yang Allah tetapkan, melandasi setiap karya dan kerja dengan kasih, dan sebagainya. Sebab justru di situlah kunci berkat itu berada. Ketika Dia menjadi yang utama, maka pemeliharaan- Nya akan ditambahkan dengan murah hati kepada kita. Sebab ketika kita ada di jalan-Nya, apa pun yang kita usahakan pasti akan Dia berkati.

TUHAN YANG MEMBERKATI ADALAH TUHAN YANG TERUS BEKERJA MAKA KITA YANG RINDU DIBERKATI JUGA HARUS GIAT BEKERJA

Belum Seberapa...

Mazmur 126:1-6 - Nyanyian ziarah. Ketika TUHAN memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi. Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa: "TUHAN telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!" TUHAN telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita. Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.

Kalau sekarang banyak orang Afrika menjadi Kristen, banyak KKR digelar, gereja-gereja bertumbuh, dan kota-kota mengalami transformasi, hal itu bisa terjadi karena dulu ada seorang penabur benih Injil yang melayani dengan mencucurkan air mata. Setelah 16 tahun melayani di Afrika, berjalan 11 ribu mil untuk menjangkau jiwa, David Livingstone kembali ke Inggris dengan banyak derita. Lengan kirinya tergantung lemah disisi tubuhnya, terkoyak oleh serangan singa besar. Kulit wajahnya coklat karena terik matahari. Telinganya tuli akibat demam dan matanya setengah buta akibat cabang pohon yang menampar matanya dihutan. Demi tersebarnya berita Injil, secara fisik hidupnya telah hancur!

Tiada kemuliaan tanpa penderitaan, tiada pelangi tanpa salib yang mendahuluinya. Habis gelap barulah terbit terang. Itu merupakan rumusan rohani yang berlaku bagi anak-anak Tuhan yang mau hidup menurut cara Tuhan. Sampai saat inipun, rumusan ini tetap berlaku. Untuk sebuah hasil maksimal, termasuk dalam hal-hal rohani, diperlukan kerja keras dan bayar harga yang tidak murah serta tidak mudah. Banyak orang menganggap kasih karunia Allah berarti hilangnya kewajiban untuk berusaha dan membayar harga untuk sebuah keberhasilan. Banyak orang ingin sesuatu yang cepat, instant dan mudah, tanpa mau menderita atau bekerja keras, maunya langsung menikmati. Didalam pekerjaan atau pelayanan, dukacita mendahului sukacita. Seperti seorang ibu yang melahirkan, pertama-tama melewati penderitaan dan kemudian sukacita tak terperi sesudah bayinya lahir. Prinsip ini membuat kita tidak putus asa mana kala hari ini kita melewati masa-masa sulit. Semua ratapan, tangisan, dan derita hari ini adalah jalan pembuka bagi masa-masa sukses dan keemasan dihari esok.

Berakit-rakit kehulu, berenang-renang ketepian; bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang (menikmati hasilnya) kemudian. Bagaimana dengan kita, apakah prinsip ini tetap kita pegang teguh dalam kehidupan sehari-hari? Ingatlah bahwa Allah tidak pernah meniadakan prinsip tabur-tuai. Jadi kalau kita ingin menikmati sesuatu yang baik, mari menaburlah.

Orang yang ingin menuai tanpa mau menabur sama dengan mengharapkan kesia-siaan

Pusatkan Pikiran Pada Yang Baik dan Benar..

”Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya.” Matius 13:24

Seorang penulis buku terkenal, John C. Maxwell, mengatakan bahwa sesungguhnya medan peperangan terbesar ada di pikiran manusia. Pikiran itu sangat kuat dan dapat mempengaruhi kehidupan seseorang. Oleh karena itu kita harus berhati-hati dengan pikiran kita. Ada pepatah yang mengatakan: ”Menabur dalam pikiran akan menuai tindakan; menabur dalam tindakan akan menuai kebiasaan; menabur kebiasaan akan menuai karakter dan menabur karakter akan menuai tujuan hidup.”

Pikiran kita seperti tanah, tidak pernah memilih dan mempedulikan jenis benih apa yang hendak kita tanam. Jika kita menabur benih jagung, tanah akan meresponsnya, lalu menumbuhkannya. Begitu juga bila kita menabur benih padi atau mungkin lalang, rumput liar dan juga tanaman-tanaman pengganggu sekali pun, tanah tetap saja akan merespons benih itu dan menumbuhkannya juga.

Apa pun yang kita tanamkan dalam pikiran, entah itu hal-hal yang baik atau pun negatif, pikiran kita akan segera menerima, merespons dan menumbuhkannya, tidak peduli hal itu akan berdampak positif/negatif terhadap kehidupan kita: membawa kepada keberhasilan atau sebaliknya menuju kehancuran. Sadar atau tidak, seringkali kita memperkatakan hal-hal buruk tentang diri kita sendiri: hidupku penuh masalah, aku tidak akan berhasil, sakitku tidak akan sembuh, keluargaku hancur berantakan, aku bodoh, aku tidak punya apa-apa (miskin), masa depanku suram dan sebagainya. Hal-hal negatif yang kita ucapkan itu akan direspons oleh pikiran kita dalam bentuk sikap dan tindakan, yang pada saatnya akan menghasilkan sesuatu yang sama persis seperti yang kita tanam. Namun bila yang kita tanam hal-hal positif: semangat atau rasa percaya diri, pikiran kita juga akan merespons hal itu ke dalam sikap dan tindakan kita sehingga hidup kita akan menjadi seperti yang kita harapkan. Oleh karenanya firman Tuhan mengingatkan, ”...semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.” (Filipi 4:8).

Benih yang kita tanam dalam pikiran menentukan hasil akhir kehidupan kita!